4 Cara Mengatur Modal Usaha dan Cara Menghindari Kebangkrutan

Ibisnis.net – Dalam menjalankan bisnis tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sedangkan likuiditas sendiri termasuk pilar lain yang mampu membuat sebuah bisnis berjalan dengan lancar. Likuiditas tersebut dapat dicapai melalui pengelolaan modal dengan kerja yang efisien. Bisnis membutuhkan sejumlah uang tunai supaya dapat menutupi biaya dan hutang dengan jangka yang pendek.

Konsepnya juga hampir sama dengan biaya hidup seseorang yang membutuhkan sejumlah uang. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi biaya tertentu seperti kesehatan, perumahan dan makanan. Sedangkan kebanyakan asumsi orang-orang mengatakan bahwa menghasilkan keuntungan harus memiliki cukup uang. Tapi sebenarnya kalimat tersebut salah jika dijadikan sebagai patokan.

Selain itu Anda juga perlu belajar cara untuk menghindari kegagalan atau kebangkrutan dari usaha yang sedang dijalankan. Mengetahui dengan benar cara yang dapat dilakukan supaya dapat bangkit dari kebangkrutan tersebut. Dengan begitu masalah apapun dapat teratasi dengan baik. Saat Anda mengalami masalah yang sama di lain waktu, Anda sudah dapat mengatasinya dengan benar tanpa harus mengalami kebangkrutan lagi.

Cara Mengatur Modal Usaha atau Bisnis

Mengetahui Risiko Modal Kerja Saat Ini

Untuk memastikan sebuah pertumbuhan dan perkembangan bisnis, Anda perlu mengelola modal kerja yang sudah ada. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik usaha tersebut.

Oleh karena itu Anda perlu mengetahui risiko modal kerja yang ada sebelum menetapkan jalur untuk tumbuh serta mengembangkan usaha. Bagi menjadi beberapa aset, seperti uang tunai, persediaan dan piutang sesuai kewajiban lancar.

Termasuk hutang dengan pembayaran pajak, pemasok dan pembayaran biaya bisnis dengan jangka panjang. Tapi jika rasio tersebut kurang dari 1, maka bisnis Anda tidak memiliki modal kerja yang cukup untuk membayar kewajiban jangka pendek.

Sedangkan untuk standarnya sendiri bervariasi, sesuai pertimbangan industri dan rasio yang lebih besar. Menyiratkan bisnis dalam beberapa posisi keuangan yang baik supaya dapat tumbuh lebih besar atau jauh.

Mengelola Faktur

Untuk dapat memastikan pengelolaan modal kerja yang tepat, cara terbaiknya dengan mengirimkan faktur dan tagihan segera. Hal ini akan dianggap sebagai piutang usaha dan mampu meningkatkan modal kerja.

Penting juga untuk membentuk proses kredit dan praktik yang baik dengan klien. Memberikan masa pembayaran yang lebih sedikit, misalkan biasanya masa pembayaran selama 30 hari, maka minta pembayaran dalam waktu 15 hari.

Berikan penawaran berupa diskon kepada klien, terutama mereka yang bersedia melakukan pembayaran dengan cepat. Dengan metode tersebut, arus kas bisnis Anda menjadi lebih cepat dalam bergerak dan mampu menghindari kebangkrutan.

Selain itu, UKM sendiri dapat bernegosiasi dengan pemasok supaya persyaratan pembayaran menjadi lebih baik. Hindari membayar pada awal tanggal supaya memaksimalkan fungsi inventaris dan pilih lebih dari 1 vendor.

Mengelola Persediaan

Saat terlalu banyak persediaan, maka dapat mengikat banyak uang tunai dan meningkatkan biaya penyimpanan. Tapi persediaan terlalu sedikit dapat
mengakibatkan potensi penjualan menjadi hilang.

Oleh karena itu dalam situasi tersebut, Anda dapat melakukan solusi dengan meramalkan tuntutan pembelian sesuai sejarah penjualan. Terutama yang memungkinkan untuk Anda mempertahankan persediaan yang cukup. Selain itu akan ada cukup banyak alat yang dapat membantu usaha Anda dalam meningkatkan akurasi peramalan.

Jadi jika Anda terlalu banyak inventaris, maka ada baiknya untuk mempertimbangkan dengan menjual beberapa harga rendah atau menawarkan
diskon. Total dari pertimbangan tersebut menjadi lebih kecil dibandingkan biaya penyimpanan.

Membuat Rencana Kontingensi

Mungkin saat ini bisnis Anda mampu menciptakan keuntungan yang cukup besar. Tapi Anda sebagai pengusaha juga tetap harus menyiapkan rencana kontingensi supaya dapat menghadapi kejadian-kejadian yang tidak terduga.

Karena biasanya setiap bisnis memiliki prosedur manajemen dengan risiko yang berbeda. Harus diterapkan pada pandangan yang objektif dan praktis tentang kebutuhan modal kerja yang ada.

Mencoba untuk memikirkan risiko yang mungkin terjadi, terutama dari praktik bisnis yang sedang dijalankan saat ini. Risiko seperti penipuan yang sering dilakukan konsumen atau vendor, kebakaran dan risiko hutang yang tidak dibayar oleh konsumen itu sendiri.

Risiko-risiko tersebut kemungkinan akan terjadi dan harus dipikirkan dengan baik. Masukkan dalam rencana kontingensi yang Anda miliki dan pikirkan penyelesaian terbaik.

Baca Juga : Inilah 9 Rahasia Anti Gagal untuk Menjadi Pebisnis Sukses

Cara Menghindari Kebangkrutan

Dalam hal bisnis tentunya tidak ada orang yang mau mengalami kebangkrutan, oleh karena itu Anda perlu melakukan beberapa cara untuk menghindar dari kebangkrutan tersebut.

Biasanya mereka yang mengalami kebangkrutan telah mengabaikan daftar anggaran, tidak mengatur keuangan dengan baik, suka berhutang untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi dan sifat konsumtif yang sulit untuk dihentikan.

Sedangkan untuk menghindari kebangkrutan ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Mulai dari merencanakan pengeluaran, membuka rekening tabungan, memulai berinvestasi, memilih kartu kredit dan pinjaman dengan tepat.

Pilih juga bunga yang paling rendah, prioritaskan pelunasan hutang, mencari kerja sampingan, segera dapatkan bantuan dan perhatikan pengelolaan keuangan dengan baik.

Dengan merencanakan keuangan, maka pengelolaan keuangan tidak akan menjadi lebih buruk. Terutama saat pengeluaran belanja yang berlebih yang dapat menimbulkan kebangkrutan. Jadi buat anggaran keuangan sesuai kebutuhan selama 1 bulan dan gunakan data dari bulan sebelumnya supaya dapat dijadikan patokan.

Selain itu dengan membuka tabungan, pisahkan biaya untuk kebutuhan dengan tabungan usaha dalam 2 rekening yang berbeda. Uang tabungan ini dapat dijadikan sebagai dana darurat atau cadangan jika sampai mengalami masalah keuangan.

Dengan berinvestasi juga dapat memberikan perlindungan jika kondisi keuangan memburuk. Tapi jika ingin berinvestasi ada baiknya untuk mencari informasi tentang investasi terlebih dahulu. Pahami, pertimbangkan dan pilih jenis investasi yang tetap serta sesuai kebutuhan. Hati-hati dalam memilih jasa investasi dan jangan sampai salah memilih.

Cara Bangkit dari Kebangkrutan

Setiap orang tentunya ingin melakukan banyak cara supaya dapat menghasilkan uang dan mampu memenuhi kebutuhan. Seperti dengan membuka sebuah usaha yang memiliki jam kerja lebih fleksibel.

Tapi meskipun demikian, terkadang ada juga para pengusaha yang mengalami kebangkrutan dan gagal dalam merintis usaha tersebut. Meskipun mereka sudah melakukan berbagai cara, tapi tidak sedikit yang mengalami kegagalan.

Oleh karena itu ada beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut dan bangkit dari kebangkrutan yang sedang Anda alami. Seperti dengan menerima keadaan, berpikiran positif, mempelajari kegagalan yang sudah terjadi, memperluas wawasan dan menemukan kembali peluang yang ada.

Anda juga dapat selalu mengikuti perkembangan, lebih mengoptimalkan jam kerja dan perbanyak memberi. Kemudian mulai dari skala kecil, perluas kemitraan, berusaha dan berdoa dengan baik.

Semua orang tentunya tidak mau menerima kegagalan, karena mereka lebih menginginkan kesuksesan. Pengusaha yang sukses juga tidak akan lari dari kenyataan. Karena semua hal tidak selalu berjalan dengan mulus. Jadi Anda perlu berbesar hari, menerima dan mengakui semua keadaan yang telah menimpa.

Baca Juga : Memulai Bisnis Online Hanya Dengan Modal Kecil, Berani Coba?

Selain itu dengan berpikiran positif juga akan membantu tata ulang dan pola pikir yang Anda miliki. Sebagai pengusaha yang ingin sukses, tentunya harus dapat move on dari kebangkrutan dan berpikiran positif.

Mungkin Anda juga menyukai