Ingin Menjadi Pengusaha Sukses? Hindari 7 Kesalahan Ini

Ibisnis.net – Memulai usaha pada dasarnya mudah. Yang menjadi sulit adalah mengelola dan membesarkannya. Semua orang berharap menjadi Pribadi yang sukses. Salah satu jalan dari sekian banyak alternative adalah menjadi pengusaha atau entrepreneur. Namun apakah semua semudah dalam teori? kenyataannya tidak.

Memulai suatu usaha perlu pembelajaran yang matang. Dan menjadi Pengusaha Sukses itu mesti terus belajar berkesinambungan, peka, gigih dan tekun. untuk memulai usaha sendiri tidak boleh didirikan hanya karena mendengarkan kisah sukses orang lain. Jalan yang mulus bagi orang lain bisa jadi jalanan berbatu dan curang untuk anda. Sangat penting memahami kemampuan diri anda. Anda juga dituntut untuk memiliki visi yang jauh kedepan, jalan mana yang cocok dengan pribadi anda.

Untuk menjadi anda pribadi yang sukses bukan bangku sekolah yang panjang yang harus anda tempuh semata-mata. Namun guru terbaik nntuk anda adalah pengalaman. Salah satu pengalaman terbaik adalah kesalahan yang anda perbuat. Sangat perlu juga anda pahami lebih jauh, kesalahan yang anda perbuat tidak selamanya membuat anda jauh lebih produktif walau kesalahan adalah bagian penting dalam proses pengembangan pribadi anda sebagai pebisnis yang tangguh.

Sebagai seorang yang berpikir dan penuh perencanaan. Sangat penting untuk belajar banyak pengalaman dari orang lain dan menambahkan pengalaman tersebut dengan pengalaman pribadi sendiri. Kesalahan orang lain dapat menjadi kaca spion yang sangat baik untuk berkendara menempuh perjalanan kesuksesan anda.

Salah satu kunci agar sebuah bisnis bertahan lama adalah dengan menghindari kesalahan bisnis yang bisa merugikan. Berikut ini 7 kesalahan yang harus dihindari seorang pengusaha agar bisnis yang dibangun dapat bertahan lama :

1. Menunda dan membuang peluang yang ada

menunda dan membuang peluang yang ada

Seorang pengusaha sukses tidak akan menunda langkah mereka dan memiliki keberanian kuat untuk segera terjun di dunia usaha. Istilah orang, berani action kapan dan dimana saja. Untuk itu, sebagai seorang pemula jangan pernah takut dan cenderung pasif menunggu waktu yang tepat untuk merintis kesuksesan bisnis. Cobalah untuk mencuri start lebih awal dan berani mengambil risiko, karena pada dasarnya ada pembelajaran besar yang bisa Anda petik dari risiko wusaha yang Anda hadapi kedepannya.

2. Berinvestasi tanpa perhitungan yang matang

Memulai sebuah bisnis memang tidak boleh sembarangan. Anda tidak bisa begitu saja melakukan investasi tanpa melakukan analisis dan perhitungan yang matang.Dalam menjalankan atau berinvestasi dalam bisnis seorang pengusaha perlu kecermatan yang jeli dan jitu untuk bisa menebak arah pasar. Kecermatan, perhitungan dan analisis ini bukan berarti seorang pebisnis harus memiliki kekhawatiran dan ketakutan saat akan terjun ke dunia bisnis.

Investasi atau modal dalam bisnis yang bisa berupa tempat usaha, pengadaan barang hingga gaji karyawan tentunya membutuhkan dana dan anggaran yang tidak sedikit. Meski dalam bisnis masih ada faktor “x” bernama keberuntungan dalam mencapai keuntungan atau malah mendapatkan kerugian, Anda tentu tidak boleh lepas dari spekulasi yang cermat. Pebisnis memang butuh sepekulasi namun jangan sampai spekulasi ini ternyata hanya akan membawa Anda kepada investasi yang sia-sia dan merugikan.

3. Low Action

Kesalahan Low Action sering kali dialami para pemula karena keragu-raguan untuk memulai suatu ide. Walau telah disebutkan di atas agar anda menguji dan berkonsultasi bukan berarti waktu akan berhenti untuk menunggu Anda.

Menguji dan berkonsultasi dapat anda lakukan sambil memulai langkah-langkah kecil dalam usaha anda. Low action bukan saja pada saat permulaan usaha namun juga saat anda dituntut untuk menentukan dan mengambil keputusan.

Ide cerdas suatu bisnis yang sangat baik dapat menjadi sampah yang busuk hanya karena kesalahan lambat dalam mengambil keputusan. Ide dan masukan dari banyak pihak yang anda remehkan bisa jadi akan mengilas anda jika sampai bocor keluar dan ditindaklanjutin dengan baik oleh pesaing anda.

4. Tidak merekrut pengelola keuangan yang kredibel

tidak merekrut pengelola keuangan yang kredibel

Managemen keuangan dalam sebuah bisnis atau perusahaan merupakan sesuatu yang krusial untuk membuat usaha Anda tetap bergerak. Namun sayangnya banyak pengusaha dan pebisnis sering melakukan kesalahan dengan merekrut orang atau bagian finance yang tidak cakap mengelola keuangan dengan baik. Akibatnya, keuangan perusahaan jadi tak karuan dan tidak sehat. Dan ujung-ujungnya perusahaan jadi mengalami defisit dan akhirnya mengalami gulung tikar alias bangkrut. Manajemen keuangan memang hal yang tak bisa dianggap remeh dan sepele.

Maka dari itu untuk menjadikan keuangan perusahaan Anda jadi baik, Anda harus merekrut bagian finance dengan serius dan seksama. Seleksilah calon karyawan dengan tes dan standar kompetensi yang memumpuni dalam mengatur keuangan. Jangan pernah rela menggaji karyawan di bagian keuangan hanya karena harganya murah saja dengan kemampuan kurang. Karena sekali saja terjadi kesalahan maka konsekuensinya adalah kerugian sendiri. Lebih baik Anda membayar pekerjaan keuangan lebih mahal namun profesional daripada harus menanggung kerugian karena ia melakukan kesalahan.

5. Tidak peka terhadap karyawan

Tangan anda sendiri tidak akan mampu mengurus bisnis anda yang semakin hari akan semakin besar. Ide dan gagasan terbaik anda hanya akan menjadi tulisan yang indah dalam buku perencanaan anda tanpa kehadiran karyawan yang tepat untuk merealisasikannya.

Memiliki karyawan yang peduli dan memiliki ide yang cemerlang untuk usaha anda adalah aset yang sangat berharga untuk anda. Pekerja dengan ide dan gagasan akan sangat sulit ditemukan, orang yang memberi ide adalah orang yang peduli untuk usaha dan kesuksesan anda untuk itulah sebagai pengusaha harus memahami kapan menempatkan seseorang sebagai pekerja yang berbayar dan kapan harus memperlakukan pekerjanya sebagai rekan yang berpenghasilan.

Kebanyakan dari mereka yang bekerja hanya datang melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sesuai arahan anda tanpa mau perduli dengan perkembangan usaha anda. Untuk itu kepekaan anda menilai pekerja yang pantas dijadikan rekan tentu akan sangat dibutuhkan di sini.

6. Menggunakan aset pribadi untuk keperluan bisnis

menggunakan aset pribadi untuk keperluan bisnis

Jika Anda memiliki aset sendiri, maka Anda tidak boleh mencampurkan atau menggunakannya untuk keperluan berbisnis. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya bila Anda mencampur aduk antara aset pribadi dan bisnis lalu usaha itu gagal, Anda akan sulit sendiri. Bila Anda memang ingin menjual sesuatu ada baiknya memang aset yang terjual memang yang ditujukan untuk modal bisnis. Hindari menghabiskan harta pribadi untuk keperluan bisnis apalagi itu masih diawal.

7. Menggunakan kas perusahaan untuk kepentingan pribadi

menggunakan kas perusahaan untuk kepentingan pribadi

Kas atau keuangan perusahaan memang harus dipisahkan dari yang lainnya termasuk untuk kepentingan pribadi. Meskipun Anda sendiri adalah pemilik bisnis atau perusahaan, Anda tetap tidak boleh mencampuradukkan kas perusahaan dengan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Ini adalah cara untuk membuat keuangan perusahaan tetap terpantau dengan baik. Saat kas perusahaan terpantau dengan baik maka Anda bisa lebih tepat utuk menerapkan kebijakan dan strategi bisnis.

Itulah kesalahan yang harus dihindari untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, coba minimalkan kesalahan kecil di atas. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam menjalankan bisnis hingga menjadi seorang pebisnis yang sukses.

Mungkin Anda juga menyukai